Capaian Pajak Daerah Jauh dari Target, Ini Penyebabnya

Pekanbaru Rabu, 12 Oktober 2022 - 22:33 WIB
Capaian Pajak Daerah Jauh dari Target, Ini Penyebabnya

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin

KLIKMX.COM, PEKANBARU -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, hingga triwulan III tahun 2022 baru menghimpun Rp420 miliar dari sejumlah pajak daerah. Bapenda Pekanbaru harus meraup Rp300 miliar lagi guna memenuhi target yang telah diberikan. 

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan, untuk tahun ini target yang diberikan sebesar Rp742 miliar. Pihaknya masih punya waktu sekitar dua bulan untuk menghimpun pajak daerah. 

"Kalau sampai triwulan III kemarin sudah terhimpun Rp420 miliar lebih. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu naik," kata Zulhelmi Arifin, Rabu (12/10/2022).

Menurutnya, capaian tersebut alami kenaikan jika dibandingkan year on year. Untuk tahun 2021 kemarin dengan kurun waktu yang sama hingga triwulan III Bapenda hanya meraup Rp115 miliar. 

"Kalau dipersentasekan alami kenaikan sebesar 26,8 persen. Ini capaian terbaik sejak awal pandemi Covid-19. Kami juga ucapkan terimakasih kepada masyarakat Kota Pekanbaru yang telah membayar pajak," terangnya. 

Zulhelmi menilai, dari 11 sektor pajak yang ada, penerimaan pajak tertinggi pada Bea Peroleh Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan sektor pajak PBB. Untuk perolehan dari BPHTB sebesar Rp131 miliar, sementara tahun lalu hanya Rp103 miliar. 

Kemudian untuk PBB perolehannya sebesar Rp124 miliar. Dirinya menyebut, pihaknya berupaya mengejar target yang telah diberikan. Salah satunya dengan melakukan Sosialisasi Daftar Tagihan (SDT) dalam Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kemudian juga melakukan penagihan terhadap pajak air tanah terhadap salah satu perusahaan swasta di Pekanbaru. 

"Kita lagi lakukan upaya penagihan pajak air tanah ke salah satu perusahaan besar. Itu nilainya cukup besar, diatas Rp30 miliar," jelasnya. 

Ia menambahkan, pihaknya bersama tim tagih dari Bapenda akan kembali melakukan penajaman untuk mengejar potensi pajak daerah. Pihaknya bakal membuka seluruh data objek pajak untuk memaksimalkan pendapatan pajak. 

"Kita penajaman terkait piutang pajak dari beberapa waktu yang lalu. Piutang terbesar itu dari sektor PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Nanti kita breakdown lagi," terangnya. 

Ia menambahkan, untuk mengejar piutang PBB ini pihaknya telah melakukan breakdown bersama tim. Mereka menggandeng pihak kecamatan untuk menagih piutang PBB ke para wajib pajak. ***

Editor :Redaksi





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.