Ruas Tol Pekanbaru - Bangkinang Ditarget Tuntas 20 April 2022
Gubernur Riau, Syamsuar meninjau pembangunan ruas Tol Pekanbaru - Bangkinang, Selasa (12/4/2022)
ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru - Bangkinang telah mencapai 95 persen dan memasuki tahap finishing. Hasil ini terlihat saat rombongan Gubernur Riau, Syamsuar melakukan pengecekan, Selasa (12/4/2022).
Pihak kontraktor mengatakan, pengerjaan 100 persen ditargetkan diselesaikan pada 20 April mendatang.
“Hasil peninjauan jalan tol Pekanbaru - Bangkinang, pembangunan tol ini hampir selesai dan sudah mencapai 95 persen, hanya tinggal finishing,” kata Gubernur Syamsuar, didampingi Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, Muhammad Arief Setiawan.
Sesuai target kontraktor, Syamsuar berharap pada tanggal 20 April mendatang pembangunan tol Pekanbaru - Bangkinang sudah dituntaskan.
Pada tanggal itu, sebut Syamsuar, akan ada peninjauan dari pihak Kementerian PUPR. Sehingga, sebelum lebaran tol Pekanbaru – Bangkinang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang mau mudik lebaran.
Setelah peninjauan, Syamsuar menyebutkan, bahwa kondisi jalan tol sepanjang 40 kilometer tersebut dibangun mulus.
“Hasil penilaian Kementerian PUPR, jalan tol ini terbaik kedua nasional. Kualitasnya bagus luar biasa,” ungkap Syamsuar.
Selain itu, untuk waktu yang dihitung saat melalui jalur tol Pekanbaru - Bangkinang dapat ditempuh dengan 20 menit.
Syamsuar berharap, keberadaan Tol Pekanbaru – Bangkinang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kampar khususnya dan Provinsi Riau umumnya.
Sementara pihak PT Hutama Karya, Agus Arifin mengatakan pembukaan jalur tol Pekanbaru – Bangkinang ini tergantung kesiapan.
“Progresnya sudah 95 persen hanya tinggal finishing saja,” ujar Agus.
Menurut Agus, saat dibuka nantinya baru hanya dibuka satu jalur. Kemudian, selama ujicoba akan diberlakukan secara gratis.
“Nantinya setelah H+, rutenya diubah tetapi tetap satu jalur dan gratis selama uji coba,” terang Agus.
Pihaknya kata Agus, akan mengupayakan pengerjaannya segera diselesaikan. Untuk proses masalah lahan yang perlu diselesaikan.
“Untuk proges Bangkinang - Pangkalan sudah 30 persen. Maka, saat masalah diselesaikan langsung dikonstruksi kan,” ujar Agus.***






.jpg)


