Pemuka Masyarakat Desa Pasir Ringgit Diduga Mendapat Ancaman dan Intimidasi dari Oknum Pengacara

Indragiri Hulu Sabtu, 01 April 2023 - 20:12 WIB
Pemuka Masyarakat Desa Pasir Ringgit Diduga Mendapat Ancaman dan Intimidasi dari Oknum Pengacara

Oknum Pengacara FB bersama sejumlah preman saat melakukan dugaan ancaman dan intimidasi terhadap salah seorang pemuka masyarakat Desa Pasir Ringgit

ENAMPULUH.COM, INHU -- Oknum Pengacara inisial FB membawa sejumlah preman mendatangi rumah tiga pemuka masyarakat Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Hal itu terkait dengan tidak setujunya memberikan kuasa hukum kepadanya mengenai persoalan kebun plasma KUD Bina Sejahtera PT Tesso Indah.

Sebelumnya, tiga pemuka masyarakat Desa Pasir Ringgit, yakni Abdurrahman Sidik, Jamaludin dan Syafruddin, memberikan pernyataan bahwa mereka bersama warga lainnya tidak setuju dengan pemberian kuasa dari sejumlah oknum warga kepada pengacara FB. Sehingga, mengakibatkan terjadinya penjarahan di kebun plasma KUD Bina Sejahtera.

"Saya dibentak-bentak di rumah sendiri, di depan anak-anak dan istri saya. Pengacara itu datang siang hari. Dia membawa banyak preman. Ada yang mengancam dengan merekam lewat handphone. Mereka menekan kami karena membuat pernyataan di media tidak mendukung pemanenan kebun plasma dan tidak ikut memberikan kuasa kepada pengacara terkait KUD Bina Sejahtera," sebut Jamaludin, Sabtu (1/4/2023) di Desa Pasir Ringgit.

Hal yang sama juga dialami Syafruddin. Oknum pengacara FB bersama rombongan mencari Syafrudin ke rumah. Karena Syafrudin tidak di rumah, pengacara FB mencari Syafrudin sampai bertemu di sebuah bengkel sepeda motor.

"Dia mendatangi saya, mau menjebak saya dengan penekanan pertanyaannya. Saya dituduhnya ada ngomong pengacara ikut manen dan menutup ampang-ampang ke wartawan. Padahal saya tak ada ngomong begitu. Tapi saya tahu dia menekan saya supaya saya takut dan akhirnya mau bergabung dengan mereka. Saya tak mau," ungkap Syafrudin.

Sedangkan Abdurrahman Sidik, dia mengaku ditelpon oleh pengacara FB dengan pernyataan yang sama.

"Istri saya juga intimidasi oleh pengacara itu. Saya ditelpon pengacara FB, dia suruh saya datang ke kantor desa menemuinya. Sampai saat ini dia terus mencari saya bersama preman yang dibawanya," tutur Abdurrahman.

Reporter :Rizano





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.