Bawa 19 Butir Ekstasi dari Kuala Lumpur, WNA Ditangkap Tim Gabungan di Bandara SKK II
ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Petugas gabungan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru gagalkan penyelundupan Narkoba jenis ekstasi. Upaya penyeludupan barang haram tersebut diketahui setelah terdeteksi x-ray oleh petugas Bea Cukai.
Atas hal itu, petugas Bea Cukai melapor ke petugas bandara dan personel TNI-AU yang tergabung dalam Bawah Kendali Operasi (BKO) Bandara Internasional SSK II dan juga bersiaga pada kesempatan tersebut.
Diketahui, pelaku seorang warga negara asing (WNA) yang tiba di Kota Pekanbaru dari Kuala Lumpur. Adapun total Narkoba jenis ekstasi yang berhasil diamankan sebanyak 19 butir. Beratnya mencapai 4 gram.
Barang haram tersebut disembunyikan secara rapi di balik celana joger. Yang mana, 7 butir di bagian pinggang dan 12 butir lainnya di ujung kaki celana.
Sebelum ditangkap, gelagat mencurigakan pelaku terdeteksi oleh petugas Bea Cukai saat pemeriksaan x-ray. Melihat hal itu, petugas Bea Cukai langsung berkoordinasi cepat dengan personel Lanud RSN dan aparat keamanan bandara lainnya.
Pemeriksaan lanjutan di ruang khusus membuktikan adanya dua lokasi penyimpanan ekstasi di pakaian pelaku. Uji cepat menggunakan alat Narkotest memastikan bahwa tablet tersebut mengandung zat aktif H5 (Happy Five), jenis psikotropika yang termasuk kategori berbahaya.
Pelaku pun langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Serah terima pelaku dan barang bukti dilakukan secara resmi di Kantor Bea Cukai Bandara SSK II kepada pihak Polresta Pekanbaru. Proses tersebut disaksikan oleh unsur terkait, antara lain dari Bea Cukai, Avsec, Perwira Satpomau dan personel TNI AU BKO Bandara SSK II.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Marsma TNI Abdul Haris mengapresiasi kesigapan seluruh personel yang terlibat. Perwira bintang satu itu pun minta kepada petugas gabungan agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal mencurigakan.
"Keberhasilan ini merupakan wujud nyata peran aktif TNI AU dalam mendukung keamanan nasional dan memberantas peredaran Narkoba," kata Danlanud, Selasa (15/7/2025).
Pada kesempatan ini, Dananud menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan instansi terkait guna menjaga pintu gerbang udara Pekanbaru dari berbagai bentuk ancaman. Termasuk ancaman masuknya berbagai Narkoba yang diseludupkan dengan berbagai cara.









