Batal Bertemu Kasat Reskrim

Keluarga Pertanyakan Perkembangan Kasus Meninggalnya PNS di DPRD Riau

Hukum Kriminal Kamis, 15 September 2022 - 21:11 WIB
Keluarga Pertanyakan Perkembangan Kasus Meninggalnya PNS di DPRD Riau

Kuasa hukum keluarga almarhum Fitria Yulisunarti saat mendatangi Polresta Pekanbaru

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Keluarga almarhum Fitria Yulisunarti, melalui kuasa hukumnya, Jon Kosnoer, mendatangi Polresta Pekanbaru. Kedatangan sang kuasa hukum tersebut untuk mempertanyakan sejauh mana pengusutan meninggalnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu di basement DPRD Riau. 

Jon Kosnoer datang ke Polresta Pekanbaru pada Kamis (15/9/2022) siang. Dia ingin menemui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan.

"Tapi tidak bisa bertemu karena informasi dari Reskrim, Kasat ada di Polda Riau," kata Jon.

Hingga kini, diterangkannya, pihak keluarga atau kliennya itu, yakin kematian Fitria bukan bunuh diri, melainkan pembunuhan. Pihak keluarga bertanya kenapa polisi belum menetapkan tersangka.

Jon mengaku baru saja menerima surat kuasa dari pihak keluarga. Dia menduga meninggalnya korban karena pembunuhan sesuai unsur Pasal 340 dan atau Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 

Merujuk pada pasal tersebut, kematian korban merupakan pembunuhan berencana dan dilakukan secara bersama-sama. 

"Kami mengawal kasus ini, ada keganjilan," kata Jon. 

Keganjilan ini, dijelaskan Jon, berdasarkan foto yang diterima pihak keluarga. Terutama terkait posisi korban berada di bangku tengah mobil dengan posisi tergantung. 

"Menurut hemat kami tidak mungkin (gantung diri di posisi itu) membuat orang meninggal," jelas Jon. 

Tidak sampai disitu, dari hasil otopsi yang diumumkan Polresta Pekanbaru, polisi menyebut ada kekerasan tumpul di leher korban. 

"Kalau kami belum menerima hasil otopsi itu," kata Jon. 

Selain itu, pihak keluarga akan mempertanyakan sejauh mana proses pengusutan yang dilakukan. Termasuk siapa saja saksi yang diminta keterangan. 

"Kami akan meminta sejauh mana mengungkap motif pembunuhan ini, siapa pelakunya, siapa saksinya," ujar Jon. 

Sebagai informasi, jasad korban ditemukan oleh petugas sekuriti di basement DPRD Riau pada Sabtu (10/9/2022) siang. Pagi harinya, sekuriti sudah melihat mobil itu tapi tak memeriksa karena korban sudah biasa datang ke DPRD Riau. 

Sehari sebelum kejadian, korban datang ke DPRD Riau menemui seorang pria inisial F. Keduanya disebut punya hubungan, tak hanya urusan pekerjaan sebagai aparatur sipil negara. 

Keduanya, ditemani seorang pria lainnya, disebut sempat keluar memakai mobil dari DPRD Riau. Tak lama setelah itu, korban kembali ke basement DPRD Riau, tapi saksi F tidak terlihat. 

Pada malam harinya, ada informasi menyebut F kembali ke DPRD Riau. Tidak diketahui apakah pegawai di Bagian Protokoler DPRD Riau itu menemui korban di basement. 

Tak lama setelah itu, saksi F meninggalkan gedung DPRD Riau. Sementara korban tidak pernah terlihat keluar lagi hingga akhirnya ditemukan tewas di dalam mobilnya.

Reporter :Rizano





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.