Optimalkan Penerimaan Opsen PKB, Bapenda Pekanbaru Gandeng Dealer Mobil

Pekanbaru Rabu, 01 April 2026 - 15:37 WIB
Optimalkan Penerimaan Opsen PKB, Bapenda Pekanbaru Gandeng Dealer Mobil

Tim Bapenda Pekanbaru diskusi bersama pimpinan dealer mobil

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi penerimaan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat sinergi dengan Bapenda Provinsi Riau serta para pelaku usaha otomotif di Kota Pekanbaru.

Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar bersama pimpinan dealer mobil se-Kota Pekanbaru. Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, sebagai bagian dari strategi memperkuat kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan bermotor.

Dalam kesempatan tersebut, Denny menegaskan bahwa dealer kendaraan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung peningkatan penerimaan pajak daerah. Pasalnya, dealer merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sejak proses pembelian kendaraan dilakukan.

<a href='https://enampuluh.com/tag/bapenda-pekanbaru/' alt='Bapenda Pekanbaru'  style='color:#0078b8;'>Bapenda Pekanbaru</a>

Menurutnya, dealer tidak hanya berfungsi sebagai pelaku usaha yang menjual kendaraan, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya tertib administrasi kendaraan dan kepatuhan membayar pajak.

“Dealer merupakan mitra penting karena berhadapan langsung dengan wajib pajak. Di titik ini, edukasi terkait tertib administrasi perpajakan bisa dilakukan sejak awal,” ujar Denny, Rabu (1/4/2026) dalam rapat koordinasi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha otomotif diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemungutan Opsen PKB dan BBNKB. Selain itu, sinergi yang dibangun juga bertujuan untuk meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah yang selama ini masih mungkin terjadi akibat kurang optimalnya pengelolaan administrasi kendaraan.

Denny menilai bahwa sektor pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap pembiayaan pembangunan. Karena itu, optimalisasi penerimaan dari sektor tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Penerimaan dari sektor pajak kendaraan ini nantinya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas umum, serta pelayanan publik yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bapenda Kota Pekanbaru juga mengajak seluruh dealer mobil untuk berperan aktif dalam mengingatkan konsumen agar segera menyelesaikan berbagai kewajiban administrasi kendaraan setelah melakukan pembelian. Hal ini mencakup proses balik nama kendaraan, pengurusan dokumen pendukung, hingga pembayaran pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap kendaraan yang beroperasi di wilayah Pekanbaru telah tercatat secara administrasi dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah melalui pajak kendaraan bermotor.

Selain membahas optimalisasi penerimaan pajak, rapat koordinasi itu juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha otomotif.

 Kedua pihak sepakat bahwa sistem perpajakan yang tertib, transparan, dan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang baik serta komitmen bersama.

Denny berharap kerja sama yang terjalin antara Bapenda Kota Pekanbaru, Bapenda Provinsi Riau, dan para dealer kendaraan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Menurutnya, keberhasilan peningkatan penerimaan pajak tidak hanya bergantung pada sistem dan regulasi yang ada, tetapi juga pada tingkat kesadaran masyarakat untuk taat terhadap aturan yang berlaku.

“Ini bukan hanya soal penerimaan daerah, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun kesadaran dan budaya taat pajak di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak, maka pembangunan daerah juga akan semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.(Adv)

Editor: Redaksi

Editor :Redaksi





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.