Sepekan Operasi, 435 Pelanggaran Terjaring Kamera ETLE Statis
ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Sepekan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2023 di Riau, sebanyak 440 pelanggaran ditemukan, Selasa (14/2/2023).
Ratusan pengendara yang melanggar lalu lintas diberi sanksi tilang elektronik dan ribuan pelanggar lainnya ditegur.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto merincikan, ada 440 kasus pelanggaran lalu lintas dikenakan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
"Tilang ETLE dilakukan baik dengan kamera statis maupun mobile yang dibawa petugas," kata Kombes Sunarto, Senin (13/2/2023).
Ia mengungkapkan, dari 440 yang tilang elektronik, 435 di antaranya terjaring lewat kamera ETLE statis, dan 5 kamera ETLE mobile.
Sementara, lanjut Sunarto, ada 5.024 teguran yang dikeluarkan petugas. Para pelanggar kata dia didominasi oleh pengendara roda dua. Dengan jenis pelanggaran terbanyak tidak menggunakan helm SNI, sejumlah 223 kasus.
"Kemudian 154 kasus pelanggaran tidak menggunakan safety belt atau sabuk pengaman," paparnya.
Selama Operasi Keselamatan ini, tambah Kabid Humas, kejadian kecelakaan lalu lintas sebanyak 1 kejadian, yaitu di wilayah hukum Polres Kuansing dengan 1 korban meninggal dunia. Kerugian materil, diperkirakan Rp 5 juta.
Dibandingkan dengan Operasi Keselamatan tahun 2022 lalu, Kombes Sunarto menyatakan, angka kecelakaan turun 7 kasus.
"Penegakan hukum tilang juga turun 23 persen. Dikarenakan menggunakan tilang elektronik, baik statis maupun mobile. Sedangkan teguran naik sebanyak 106 persen," jelasnya.
Sedangkan kegiatan preemtif lewat edukasi masyarakat berjalan baik. Ini ditandai dengan meningkatnya secara drastis jumlah kegiatan tersebut.
"Kegiatan penerangan dan penyuluhan, naik sebanyak 21.535 kali atau 82 persen, dari 26.136 kali pada tahun 2022 menjadi 47.671 kali pada tahun 2023," ucap mantan Kabid Humas Sultra tersebut.
"Penyebaran dan pemasangan spanduk, liflet, stiker dan billboard, naik sebanyak 30.577 kali atau 247 persen, dari 12.366 kali pada tahun 2022 menjadi 42.943 kali pada tahun 2023," sambungnya.
Ia menambahkan, kegiatan preventif atau turjawali, juga naik sebanyak 25.580 kali atau 350 persen, dari 7.318 kali pada tahun 2022 menjadi 32.898 kali pada tahun 2023. ***






.jpg)


