Ketua IAD Riau Antusias Ikuti Pengajian di Masjid Al-Mizan
Ketua IAD Riau Eti Marhaeniwati bersama sejumlah pegawai Kejati Riau saat mengikuti pengajian
ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Eti Marhaeniwati Subagja mengikuti pengajian rutin di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakartini (IAD) wilayah Riau sekaligus istri Kepala Kejati (Kajati) Riau Jaja Subagja SH MH itu, tampak sangat antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan Syaikh Maulana Husen Al Muqri.
Pengajian itu bertempat di Masjid Al-Mizan Kejati Riau, yang berlangsung pada Senin (15/8/2022). Yang mana, dalam pengajian itu, untuk memperdalam ilmu agama bagi pegawai Kejati Riau yang beragama Islam.
"Pengajian kali ini diisi oleh Syaikh Maulana Husen Al Muqri. Dalam penyampaiannya, tentang Pemegang Sanad Qiroat cara Baca Al-Quran menjelaskan, Qira'ah merupakan perbedaan bacaan yang dinisbatkan kepada salah satu qari’ atau imam," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Bambang Heri Purwanto SH MH.
"Riwayat adalah perbedaan bacaan yang dinisbatkan kepada yang meriwayatkan dari qari’ atau imam. Sedangkan thariq adalah perbedaan yang dinisbatkan kepada yang meriwayatkan dari rawi," sambungnya.
Syaikh Maulana Husen Al Muqri dalam penyampaiannya mengatakan, salah satu qira’ah populer di Indonesia, yakni qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh, yang memiliki dua thariq atau jalan yang berbeda.
Pertama adalah qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh melalui thariqnya ‘Amr bin Shabbah. Thariq ini meriwayatkan bahwa mad jaiz munfasil dibaca pendek satu alif atau dua harakat.
"Syaikh Maulana Husen Al Muqri menyampaikan, riwayat tersebut sering kali dipakai oleh orang Mesir," jelas Bambang.
Sedangkan kedua adalah melalui thariq-nya Imam 'Ubaid bin Shabah. Melalui thariq ini mad jaiz munfasil dibaca panjang sama persis dengan panjangnya mad wajib muttasil, yaitu dua alif atau empat harakat.
"Yang disebut terakhir inilah merupakan jalur sanad bacaan Al-Qur’an yang sampai kepada kita, orang Indonesia," lanjutnya.
Bambang juga berharap, agar pengajian rutin ini bisa meningkatkan iman dan taqwa, serta wawasan dalam ilmu beragama Islam.




.jpg)




