3 Menteri Rakor Karhutla, Budi Gunawan: Malaysia-Singapura Komplain Asap dari Indonesia
ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Atas hal itu, 3 menteri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto bersama Gubernur Riau Abdul Wahid dan jajarannya melakukan rapat koordinasi (Rakor) pengendalian Karhutla Provinsi Riau.
Adapun ketiga menteri itu yakni, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Dalam pantauan, Budi Gunawan mengikuti Rakor tersebut secara virtual zoom meeting. Sedangkan Menteri Hanif, Raja Juli dan Letnan Jenderal TNI Suharyanto berada di Kota Pekanbaru. Rakor itu digelar di Balai Serindit, kediaman dinas Gubernur Riau Abdul Wahid.
Rakor yang dipimpin Budi Gunawan itu mengatakan, Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimatan Barat (Kalbar), adalah daerah yang paling rawan terjadinya Karhutla.
Atas hal itu, dia menyampaikan instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang meminta seluruh personel dan peralatan yang sudah tergelar untuk segera dioperasionalkan di lapangan.
"Saya minta seluruh personel yang sudah dikerahkan segera bergerak. Ada sekitar 800 personel gabungan TNI-Polri yang telah siap," ucapnya.
"Ditambah 3 hingga 5 unit (helikopter) water bombing tambahan, serta satu hingga dua pesawat dengan teknologi modifikasi cuaca. Semua harus segera diaktifkan di lapangan," sambungnya.
Dalam Rakor itu, polisi purnawirawan bintang 4 itu menyampaikan peringatan tegas terkait kondisi darurat Karhutla. Pasalnya, ada komplain dari negara tetangga terkait kabut asap.
"Presiden bapak Prabowo Subianto menyampaikan, bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan saat ini harus menjadi perhatian kita yang sangat serius, khususnya di Provinsi Riau yang situasinya telah meningkat mencapai status tanggap darurat," terangnya.
"Kebakaran hutan dan lahan juga mulai dirasakan oleh negara tetangga, Malaysia dan Singapura telah menyampaikan keprihatinan melalui jalur diplomatik, kabut asap mulai menyebar hingga melintasi batas negara dan masuk ke wilayah Malaysia bahkan mengancam Singapura dan Thailand," sambungnya lagi.
Diketahui, bagian selatan di Malaysia saat ini tercatat memiliki kualitas udara buruk yakni dengan indeks pencemaran udara di atas 150.









