Buntut Tahanan Polres Kampar Kabur, Kabag Ops dan Kasat Narkoba Diganti

Pekanbaru Minggu, 18 Mei 2025 - 22:56 WIB
Buntut Tahanan Polres Kampar Kabur, Kabag Ops dan Kasat Narkoba Diganti

Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Polda Riau mengambil langkah cepat dan tegas menyusul peristiwa kaburnya 11 tahanan dari Rutan Mapolres Kampar. Melalui Surat Telegram Kapolda Riau Nomor ST/409/V/KEP./2025 tertanggal 18 Mei 2025, sejumlah pejabat di lingkungan Polres Kampar resmi dimutasi.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo mengatakan, kebijakan mutasi ini merupakan bentuk komitmen Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam menjaga profesionalisme dan akuntabilitas internal kepolisian. 

Selain sebagai bentuk evaluasi atas peristiwa yang terjadi, langkah ini juga bertujuan untuk memastikan pelayanan masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas tidak terganggu.

"Tidak boleh ada kekosongan kendali di lapangan, apalagi ketika sejumlah pejabat tengah menjalani pemeriksaan oleh Bidpropam. Organisasi harus tetap berjalan dan publik harus tetap dilayani," ujar Brigjen Pol Jossy, Minggu (18/5/2025).

Dalam mutasi itu, Kapolda Riau memindahkan Kompol Rifendi yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polres Kampar, ke jabatan baru sebagai Kaur Produk Kreatif di Subbid Multimedia Bid Humas Polda Riau. 

Jabatan Kabag Ops Polres Kampar kini diisi oleh Kompol Romi Irwansyah, yang sebelumnya bertugas di Ditreskrimsus Polda Riau. 

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Kampar AKP Era Maifo, juga turut dimutasi. Sebagai penggantinya, AKP Markus Timbul Sinaga dari Polresta Pekanbaru ditunjuk menjabat sebagai Kasatresnarkoba Polres Kampar. 

Selain itu, penguatan pengawasan terhadap ruang tahanan juga dilakukan melalui penunjukan Ipda Hazli Murham sebagai pejabat yang diarahkan menjadi Kasattahti Polres Kampar.

Brigjen Pol Jossy menegaskan, mutasi tersebut adalah bagian dari langkah manajerial strategis yang bertujuan tidak hanya sebagai sanksi atau rotasi semata, tetapi sebagai peneguhan komitmen institusi terhadap profesionalisme dan kepercayaan publik.

"Setiap pejabat yang diberi amanah harus siap bekerja dengan patuh terhadap perintah pimpinan, profesional dalam bertugas, dan paham akan arah kebijakan institusi. Kita tidak boleh memberi ruang untuk kelalaian," tegas Brigjen Jossy.

Ditambahkannya, Polda Riau akan terus melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. Polda Riau juga memastikan bahwa institusi Polri tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Reporter :Redaksi
Editor :Redaksi





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.