Wakil Ketua DPRD Ginda Burnama Audiensi dengan Perwakilan RPH

Pekanbaru Jumat, 12 Januari 2024 - 16:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Ginda Burnama Audiensi dengan Perwakilan RPH

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama bersama perwakilan RPH

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama menggelar audiensi dengan perwakilan pedagang Rumah Potong Hewan (RPH) Pekanbaru. Audiensi berlangsung di ruang kerjanya,  Jumat (12/1/2024).

Pertemuan tersebut membahas tentang banyaknya permintaan akan daging di Kota Pekanbaru belakangan ini, tak sebanding dengan stok daging  yang masuk. Termasuk juga bantuan pemerintah kepada pedagang RPH (rumah potong hewan) Pekanbaru, masih tergolong minim.

"Ada beberapa masukan dari kawan-kawan RPH. Termasuk bantuan dan tata niaganya di Pekanbaru," sebut Ginda Burnama.

Disampaikan, bahwa manajemen tata niaga RPH memang  belum berfungsi optimal. Padahal RPH memiliki potensi yang besar untuk mencetak pendapatan bagi Pemko Pekanbaru. 

Untuk meningkatkan potensi tersebut, RPH harus banyak menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Seperti OPD di lingkungan Pemko, kabupaten tetangga dan provinsi lainnya.

Oleh karena itu perlu pemikiran yang komprehensif, perlu keterlibatan semua pihak. RPH bisa bekerja sama dengan Disperindag, Disketapang dan lainnya, untuk penggemukan hewan ternak. Serta kerja sama dengan dinas lainnya, untuk pendistribusian daging.

Sementara untuk limbah hewan ternak, lanjut Ginda, bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pupuk taman kota.

"Dengan kerja sama yang terjalin itu, bisa dihitung berapa jumlah daging atau hewan yang dibutuhkan, jasa pemotongan hingga keuntungan dari distribusi daging. Sehingga RPH bisa berfungsi sebagai mesin pencetak uang atau mendapat untung," paparnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat berdampak positif pada Kota Pekanbaru. Sebab Pekanbaru bisa menjadi kota mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan daging.

"Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dalam pemenuhan daging bisa dikuatkan. Kalau dihilangkan, kita akan tergantung terus pada daerah atau pihak lain. Khawatirnya diembargo daging, maka akan menjadi prahara. Seperti kelangkaan minyak dan sebagainya," katanya mencontohkan. (Galeri) 

 

 

Editor :Redaksi





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.