Komisi II DPRD Pekanbaru Minta Disperindag Bekerja Turunkan Harga Cabai
Komisi II DPRD Pekanbaru bersama Disperindag saat membahas lonjakan harga cabai yang semakin naik
ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Persoalan tingginya lonjakan harga cabai, menjadi pembahasan Komisi II Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, pada Senin (22/8/2022).
Hearing yang berlangsung diruangan komisi itu dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga, didampingi Sekretaris Komisi Hj Sri Rubiyanti dan Anggota Roem Diani Dewi. Sedangkan dari OPD, hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, yang didampingi Kepala Bidang dan jajaran.
Dalam hearing itu, Kadisperindag Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Seperti cabai, bawang, tomat dan sebagainya. Hal ini berdasarkan dari hasil monitoring yang dilakukan Disperindag Kota Pekanbaru sejak bulan Mei lalu.
"Disperindag sudah memastikan kemungkinan-kemungkinan terjadinya mal praktik penimbunan ataupun permainan yang tidak dibenarkan. Tetapi kita tidak menemukan adanya pelanggaran. Memang, kondisi harga dari daerah penghasil yang sudah cukup tinggi, sehingga kenaikan harga itu tidak terelakkan," jelas Ingot.
Ingot menyebut, Disperindag sudah melakukan komunikasi dengan para distributor besar untuk mencari solusi atas mahalnya harga komoditi tersebut.
"Untuk solusinya, kita sudah komunikasi dengan distributor besar. Seperti yang ada di Pasar AKAP. Jadi kita bersama distributor mencari daerah lain yang sedang panen raya dan suplay barangnya itu cukup tinggi sehingga harga bisa turun," sebutnya.
"Kemarin kita sempat mendapat cabai itu dari daerah Curup, dan sempat mempengaruhi harga di pasar. Tapi kan kendalanya, suplai dari mereka ini juga terbatas kalo panen rayanya udah selesai, tentu terbatas lagi cabainya. Itulah upaya yang telah kita lakukan," sambungnya.
Ingot menambahkan, pihaknya akan mempertajam kembali persoalan harga ini dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menemukan solusi yang konkret terhadap masalah kenaikan harga cabai dan lain-lainnya itu.
"Sesuai dengan arahan Ketua Komisi II DPRD, nanti kita akan melakukan rapat dengan TIPD supaya penyelesaian masalah ini lebih lengkap. Pemko Pekanbaru ini kan ada membentuk TIPD yang didalamnya teridiri dari stake holder yang berkaitan dengan masalah ketahanan pangan. Sehingga persoalan kenaikan harga ini dapat dijelaskan secara komprehensif dan menemukan solusi yang lebih konkret," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II Dapot Sinaga SE meminta Disperindag bisa segera bergerak cepat, untuk menstabilkan harga cabai dan komoditi lainnya yang mengalami kenaikan. Hal demi keberlangsungan masyarakat agar tidak semakin menjerit.
"Kita harapkan Disperindag berusaha dengan keraslah, agar bagaimana kenaikan harga di sejumlah komoditi ini bisa turun. Jujur saja, kasihan kita melihat masyarakat ini sudah menjerit," tegasnya.
Berdasarkan hasil pemaparan dari Disperindag, Dapot mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan harga cabai dan komoditi lainnya ini dipicu karena faktor cuaca dan kenaikan harga pupuk.
"Pertama, masalah cuaca dan disatu sisi, harga pupuk ini naik. Tentu para petani ini mau tidak mau harus menaikkan hasil panennya. Yang kedua, hasil panen tidak maksimal," ungkapnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut, Komisi II DPRD Pekanbaru bakal memanggil kembali persoalan kenaikan harga ini dengan Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang), Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Pemko Pekanbaru.(ADV)




.jpg)




