Komisi II Minta Disperindag Gerak Cepat

Disketapang Pekanbaru Paparkan Atasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha

Pekanbaru Kamis, 23 Juni 2022 - 19:45 WIB
Disketapang Pekanbaru Paparkan Atasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga saat memimpin RDP bersama OPD setempat.

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru menjelaskan langkah yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam hal menstabilkan harga bahan pokok yang terus mengalami lonjakan menjelang Idul Adha.

Penjelasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru pada Kamis (23/6/2022). Hadir dalam pertemuan itu Kepala Disketapang Kota Pekanbaru Alek Kurniawan, Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) El Syabrina, Kadis Pertanian dan Perikanan Firdaus, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ingot Ahmad Hutashut, berserta Tim TPID melalui Bagian Perekonomian Setdako Pekanbaru.

RDP itu ditaja oleh Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, dibawah pimpinan Dapot Sinaga SE. Yang mana, hearing agenda itu, mendengarkan langsung informasi dari perangkat daerah terkait gejolak harga pangan strategis belakangan ini.

Kepala Disketapang dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa, kondisi lonjakan harga bahan pokok bisa menjadi sebuah anomali. Hal itu mengingat harga sayur dan bumbu dapur biasanya langsung melandai usai lebaran. Berbagai analisa dan pendapat muncul terkait penyebab kenaikan harga cabai yang melambung.

"Dari sisi hukum ekonomi, harga meningkat ketika supply yang ada tidak seimbang dengan permintaannya. Semakin sedikit supply, sementara permintaan tidak mengalami penurunan. Maka harga akan semakin tinggi," ujar Alek Kurniawan.

Dengan peran strategisnya sebagai bumbu utama masakan di Pekanbaru, harga cabai kerap naik, baik itu karena meningkatnya permintaan, atau berkurangnya produksi karena ada gangguan cuaca dan disisi lain ada harga pupuk yang juga tidak bersahabat bagi petani.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Disketapang Kota Pekanbaru, bahwa di pasar untuk cabai merah keriting dibandrol dengan harga Rp95.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga dan cabai rawit hijau senilai Rp68.000 per kilogram.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, hal yang paling logis saat ini yang dapat dilakukan Diksetapang melalui tusi dan pendanaan yang ada, salah satunya melalui optimalisasi kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Melalui kegiatan tersebut, Disketapang mendorong masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dapat memanfaatkan pekarangannya untuk menanam tanaman holtikultura. Terutama cabai yang harganya kian tinggi.

"Cabai ini bisa ditanam di dalam polybag. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, paling tidak untuk kebutuhan sehari-hari itu bisa terpenuhi," sebutnya.

Tak hanya sampai disitu, untuk jangka panjang, Alek mengatakan, Disketapang mendukung penuh PT Sarana Pangan Madani (SPM) menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan di kota Pekanbaru. Sejauh ini pihaknya juga mendorong PT SPM untuk bekerjasama antar daerah, khususnya di bidang pangan.

Ini karena tidak semua daerah surplus beragam komoditi pangan. Namun semua itu butuh pembiayaan yang tidak sedikit. Sehingga, apapun upaya untuk menjadikan PT SPM sebagai BUMD Pangan di Pekanbaru harus diwujudkan.

"Makanya kami sangat berharap dukungan penuh dari DPRD Pekanbaru untuk menjadikan PT SPM sebagai BUMD. Sehingga penyertaan modal dari Pemerintah dapat diberikan," harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga meminta Disperindag bisa bergerak cepat untuk menstabilkan harga cabai dan komoditi lainnya yang mengalami kenaikan. Hal ini supaya masyarakat tidak semakin menjerit.

"Jelang hari raya (Idul Adha) ini, kita harapkan Disperindag berusaha dengan keraslah, agar bagaimana kenaikan harga di sejumlah komoditi ini bisa turun. Jujur saja, kasihan kita melihat masyarakat ini sudah menjerit," tegasnya.

Berdasarkan hasil pemaparan dari Disperindag, Dapot mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan harga cabai dan komoditi lainnya ini dipicu karena faktor cuaca dan kenaikan harga pupuk.

"Pertama, masalah cuaca dan di satu sisi, harga pupuk ini naik, tentu para petani ini mau tidak mau harus menaikkan hasil panennya. Yang kedua, hasil panen tidak maksimal," pungkasnya. (ADV)

Reporter :Rizano





HPN 2022 - Polres Rohil

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.