Mahasiswa Deadline Gubri Atasi Kelangkaan Migor dalam Sepekan

Pekanbaru Kamis, 17 Maret 2022 - 00:30 WIB
Mahasiswa Deadline Gubri Atasi Kelangkaan Migor dalam Sepekan

Rausan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan kantor gubernur Riau

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau mulai turun ke jalan, menggelar aksi demonstrasi. Mereka menantang Pemerintah Provinsi Riau dan aparat kepolisian segera bertindak mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi di negeri kaya minyak ini.

Aksi ini digelar di depan kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Rabu (16/3/2022).

Ratusan masa mahasiswa menggunakan berbagai almamater datang membawa beberapa spanduk bertuliskan kritikan dan tuntutan salah satunya “Asapnya gratis, minyaknya langka”. “Tragedi lumbung sawit” 

Kemudian ada juga tulisan, “Sawit di Riau luas, tapi langka” dan “turunkan harga minyak goreng”.

Ada juga yang meneriakkan, “Mengapa minyak goreng langka, mamak kami teriak di rumah”.

Aksi ini dikawal petugas, ratusan mahasiswa menuntut Pemerintah agar segera menyelesaikan persoalan minyak goreng yang tiba-tiba saja menjadi langka.

Menggunakan Toa, Jimmy Saputra Nasution, koordinator masa aksi meneriakkan meminta kejelasan dari Pemerintah Provinsi Riau, mengapa minyak goreng begitu langka.

Jimmy juga mengomandoi teman-temannya menuntut Pemerintah segera menyelesaikan permasalahan ini. Karena status Riau dikelilingi kebun sawit.
  
“Ini Ironi, lumbung sawit, namun langka minyak goreng” kata Jimmy didukung teriakan teman-temannya.

Giliran orator lainnya, mengatakan, “Riau ini di atas minyak dan di bawah minyak”. “Riau lumbung sawit tapi kenapa minyak goreng bisa langka”.

“Kami berharap Pemerintah Riau menangkap kartel yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng di Riau,” pinta orator.

Setelah hampir satu jam aksi, ratusan demonstran akhirnya ditemui Kepala Disperindag Riau, M Taufik OH.

Menyambut kedatangan Taufik OH, diwakilkan Jimmy Saputra Nasution langsung menyampaikan 4 tuntutan kepada Gubernur Riau. 

Pertama, meminta Gubernur Riau, Syamsuar mengusut tuntas pembongkaran kartel atau mafia minyak goreng, yang mengakibatkan kelangkaan minyak goreng di Provinsi Riau. Kedua, mengevaluasi Tim Satgas Pangan Provinsi Riau, dalam operasi pasar terhadap kelangkaan minyak goreng di Provinsi Riau.

Kemudian mendesak Kemendag dan Disperindag Provinsi Riau mengusut tata niaga minyak goreng yang terputus di Provinsi Riau serta tangkap, adili, dan tindak tegas mafia atau kartel minyak goreng, lalu pecat ASN yang terlibat dalam sindikat minyak goreng di Provinsi Riau.

Setelah menyampaikan tuntutannya, Jimmy melanjutkan memberikan waktu 7x24 bagi Gubernur Riau mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi.

“Apabila dalam waktu satu minggu, masih terjadi kelangkaan minyak goreng di Riau, maka BEM se-Riau akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak” kata Jimmy disambut teriakan dukungan mahasiswa lainnya. =He

Editor :Redaksi





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.