Misteri Temuan Mayat Pasca Bentrokan di Kebun PT Adei, Keluarga Curiga
Pihak keluarga bersama kuasa hukum saat berada di Polrea Bengkalis
ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Misteri hilangnya Sampe Simarmata pasca bentrokan antara warga dengan security PT Satria Timur Mandiri (STRUM) di areal perkebunan milik PT Adei Plantations and Industry di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, menjadi tanda tanya pihak keluarga. Pasalnya, hingga kini keberadaan Sampe belum diketahui.
Disisi lain, pihak keluarga juga masih menunggu kepastian terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di areal perkebunan PT Adei, yang diduga berkaitan dengan bentrokan tersebut.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga dan kuasa hukumnya, peristiwa bermula pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sejumlah sekuriti PT STRUM disebut mendatangi kawasan sekitar rumah Sampe menggunakan mobil dobel kabin berwarna putih.
Kedatangan mereka diwarnai dengan teriakan dan membawa senjata tajam hingga memicu keributan. Sampe yang saat itu sedang tidur, terbangun dan berusaha melerai situasi.
Setelah kejadian tersebut, Sampe mendatangi Polsek Pinggir untuk melaporkan dugaan tindakan membawa senjata tajam. Namun, laporan itu disebut sempat belum diterima karena polisi ingin melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah menunggu, laporan akhirnya diterima dengan nomor LP/40/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.
Dua hari kemudian, polisi mendatangi rumah Sampe untuk melakukan olah TKP. Situasi di kawasan tersebut semakin memanas, terlebih setelah sejumlah warga dikabarkan ditangkap.
Pada 5 Oktober 2026, Sampe diduga pergi menuju kawasan perkebunan PT Adei yang dijaga security. Sejak saat itu, kabar mengenai keberadaannya terputus. Keluarga yang kehilangan kontak kemudian melaporkan hilangnya Sampe ke Polsek Pinggir.
Laporan keterangan kehilangan orang tersebut tercatat dengan nomor B/08/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.
Di tengah pencarian dan ketidakpastian keberadaan Sampe, muncul kabar penemuan sesosok mayat laki-laki yang diduga berada di kawasan perkebunan PT Adei.
Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa mengenakan pakaian dan kondisinya disebut hampir tidak dapat dikenali. Identitas mayat itu hingga kini masih menjadi tanda tanya. Untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan Sampe Simarmata, pihak keluarga melalui kepolisian menempuh pemeriksaan DNA.
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah pada 8 Oktober 2026 ditemukan pakaian yang diduga milik Sampe di lokasi yang tidak jauh dari tempat penemuan mayat sebelumnya. Temuan tersebut menambah pertanyaan mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi sejak Sampe terakhir kali diketahui berada di sekitar kawasan perkebunan.
Meski demikian, hubungan antara jenazah yang ditemukan dan hilangnya Sampe belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan DNA keluar.
Kuasa hukum keluarga Sampe, Suardi, telah menyurati Polres Bengkalis untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang dinilai berjalan lambat. Selain itu, pihaknya juga menyurati RSUD Mandau guna meminta rekam medis jenazah yang diduga merupakan Sampe Simarmata.
"Kami meminta Kapolda Riau memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut, agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara terang dan transparan," ujar Suardi, Jumat (23/10/2026).
Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menyurati Kapolri. Langkah tersebut ditempuh untuk mendorong agar perkara ini dapat dibawa ke gelar perkara khusus di Mabes Polri atau mendapat perhatian Komisi III DPR RI.
Menurutnya, kepastian identitas jenazah melalui pemeriksaan DNA menjadi salah satu hal penting yang harus segera dituntaskan. Hasil pemeriksaan itu diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada keluarga mengenai nasib Sampe.
Pihak kuasa hukum juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, termasuk menelusuri setiap informasi dan petunjuk yang berkaitan dengan hilangnya Sampe.
Jika hasil tes DNA memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Sampe Simarmata, pihaknya menyatakan akan menindaklanjuti perkara ini melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kebenaran harus terungkap. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab. Jika ini benar klien saya, kami tidak akan diam saja," tegas Suardi.
Hingga kini, keluarga masih menanti kepastian mengenai keberadaan Sampe Simarmata. Mereka berharap kepolisian segera memberikan kejelasan, mempercepat pemeriksaan DNA, serta mengusut tuntas seluruh peristiwa yang mendahului hilangnya Sampe.









