Diduga Salah Tangkap

Anggota Satresnarkoba Polres Pelalawan Tembak Kaki Warga Desa Tambak

Hukum Kriminal Minggu, 26 Februari 2023 - 16:23 WIB
Anggota Satresnarkoba Polres Pelalawan Tembak Kaki Warga Desa Tambak

Kaki bagian paha kanan Sawaludin tampak diperban pasca mendapatkan timah panas dari anggota Satresnarkoba Polres Pelalawan

ENAMPULUH.COM, PELALAWAN -- Sawaludin Manurung ditembak oleh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pelalawan. Diduga, pria 41 tahun itu menjadi korban salah tangkap. Alhasil, warga Desa Tambak Kecamatan Langgan, Kabupaten Pelalawan tersebut, terpaksa menerima timah panas di kaki bagian paha kanannya. Peristiwa penembakan itu diketahui terjadi pada Selasa (21/2/2023).

Terkait dengan kejadian itu, kini Sawaludin berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polres Pelalawan untuk menjalani perawatan medis.

Dugaan Sawaludin menjadi korban salah tangkap diungkap oleh sang istri, Susi Suparma. Wanita 35 tahun itu, tidak terima suaminya diperlakukan seperti penjahat oleh anggota Satresnarkoba Polres Pelalawan.

"Suami saya diseret, padahal saat itu suami saya sedang angkut kayu. Tiba-tiba ada empat orang berpakaian preman dan mengaku dari Polres Pelalawan menangkap suami saya dan menembak kakinya," ungkap Susi, Sabtu (25/2/2023).

Saat itu, Susi melihat langsung proses penangkapan suaminya. Bahkan saat itu, Sawaludin tidak ada melakukan perlawanan atau kabur, tetapi malah dihadiahi timah panas.

Susi menerangkan, pada saat ditangkap, anggota Satresnarkoba Polres Pelalawan tersebut menuding suaminya bernama Bembeng.

"Harusnya yang menjadi target dari Satresnarkoba Polres Pelalawan itu namanya Bembeng. Saat suami saya ditangkap, mereka nanya ke suami saya, nama kamu Bembeng. Lalu saya bilang dia bukan Bembeng," terangnya.

Tidak terima dengan perbuatan anggota Satresnarkoba Polres Pelalawan kepada suaminya, Susi pun mendatangi Polda Riau. Setibanya di kantor yang dipimpin oleh Irjen Pol Muhammad Iqbal itu, Susi disuruh kembali pada hari Senin (27/2/2023).

"Oleh karena itu saya datang ke Polda Riau mencari keadilan atas suami saya. Namun karena hari Sabtu, petugas dari SPKT Polda Riau baru menerima laporan pengaduan dan menyuruh saya kembali hari Senin (besok)," jelasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kronologi penangkapan dan penembakan tersebut.

"Besok (Senin) pagi mau disampaikan ke media tuh," ucapnya di group WhatsApp, Ahad (26/2/2023).

Reporter :Rizano





BUMN

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.