Petinggi Fikasa Group Akan Diadili Dalam Perkara TPPU

Hukum Kriminal Selasa, 29 November 2022 - 22:38 WIB
Petinggi Fikasa Group Akan Diadili Dalam Perkara TPPU

Salim bersaudara yang merupakan petinggi Fikasa Group

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Salim bersaudara dalam waktu dekat akan diadili. Hal ini diketahui setelah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Untuk diketahui, para petinggi Fikasa Group itu menjadi tersangka kembali dan didakwa dalam perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Salim bersaudara itu adalah Bhakti Salim selaku Direktur Utama PT Wahana Bersama Nusantara (WBN) dan Direktur Utama PT Tiara Global Propertindo (TGP), Agung Salim selaku Komisaris Utama PT WBN, Elly Salim Direktur PT WBN dan Komisaris PT TGP, dan Christian Salim selaku Direktur PT TGP. Selain keempat nama diatas, ada tersangka lainnya. Dia adalah Maryani, Marketing Freelance PT WBN dan PT TGP. Kedua perusahaan itu, berada di bawah naungan Fikasa Group.

Salim bersaudara sendiri telah berstatus terpidana dalam perkara pokok, yakni investasi bodong yang merugikan nasabahnya dengan total Rp84 miliar. Sementara Maryani, masih menunggu putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) RI.

Sama halnya perkara investasi bodong, untuk perkara TPPU juga ditangani penyidik pada Bareskrim Polri. Berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa peneliti. Selanjutnya, penyidik melimpahkan para tersangka dan barang bukti ke tim JPU atau Tahap II pada Senin (14/11/2022) kemarin.

Pelaksanaan Tahap II dilaksanakan di dua tempat. Yakni, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru untuk tersangka Elly Kasim dan Maryani, serta Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru untuk tersangka Bhakti Salim, Agung Salim dan Christian Salim. Selanjutnya, tim JPU melimpahkan berkas para tersangka ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

"Iya, benar. Berkas perkara telah dilimpahkan ke pengadilan pada Jumat (25/11/2022)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru, Martinus Hasibuan SH MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Zulham Pardamean Pane SH, Selasa (29/11/2022).

Pihak pengadilan sendiri, dikatakan Zulham, telah menetapkan majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Para majelis hakim tersebut kemudian menetapkan jadwal sidang perdana.

"Sidang perdana akan digelar pada Senin (5/12/2022) mendatang," katanya seraya mengatakan agenda sidang tersebut adalah pembacaan surat dakwaan oleh tim JPU.

"Kemungkinan besar karena (pembacaan) dakwaan, sidang akan berlangsung secara online. Penuntut Umum ada 8 orang. Tiga orang dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan 5 orang dari Kejari (Pekanbaru)," sambung mantan Kasi Pidum Kejari Binjai tersebut.

Zulham memastikan, pihaknya siap menghadapi persidangan tersebut. Termasuk membuktikan dakwaannya. Apalagi dalam perkara pokoknya, para tersangka telah divonis bersalah.

"Kelengkapan dakwaan sudah oke. Kami sangat yakin dengan dakwaan kami," tegas Zulham.

Dalam perkara TPPU itu, para tersangka akan didakwa dengan Pasal 4 Undang-undang (UU) RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Jo Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Diketahui, dalam perkara pokok, Bhakti Salim, Agung Salim, Christian Salim, dan Elly Kasim divonis masing-masing selama 14 tahun dan denda sebesar Rp20 miliar subsidair 11 bulan kurungan. Sementara itu, Maryani dihukum 12 tahun penjara dan  dan denda sebesar Rp15 miliar subsidair 8 bulan kurungan.

Kelimanya, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Bank Indonesia secara berlanjut.

"Barang bukti poin 1 sampai 217 dikembalikan ke Penuntut Umum untuk dipergunakan sebagai barang bukti dalam perkara lainnya, yakni TPPU," pungkas Zulham.

Dalam putusan sebelumnya, majelis hakim turut mengabulkan permohonan ganti rugi yang diajukan saksi Archenius Napitupulu yang mengajukan permohonan ganti rugi atas nama saksi sendiri, Pormian Simanungkalit, Meli Novriyanti, Agus Yanto Manaek Pardede, Elida Sumarni Siagian, Pandapotan Lumbantoruan, Oki Yunus Gea, Timbul S Pardede dan Darto Jonson Marulianto Siagian, dengan lampirannya yang digabung dengan perkara pidana dengan total Rp84.916.000.000.

Reporter :Rizano





HPN 2022 - Polres Rohil

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.