Oknum Polwan BNN Riau dan Ibunya Berstatus Tersangka Penganiayaan

Hukum Kriminal Senin, 26 September 2022 - 00:11 WIB
Oknum Polwan BNN Riau dan Ibunya Berstatus Tersangka Penganiayaan

Ilustrasi Polwan

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Kasus dugaan penganiayaan atau pengeroyokan yang dilakukan seorang oknum polisi wanita (Polwan) bersama ibunya, kini memasuki babak baru. Oknum Polwan yang bernama Ira itu, telah berstatus tersangka. Begitu juga ibunya yang berinisial YUL, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik di Polda Riau.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Ira yang berpangkat Brigadir bersama ibunya itu, dilaporkan oleh seorang wanita bernama Riri Aprilia (27). Laporan itu diterima Polda Riau pada Kamis (22/9/2022). Dalam laporannya, Riri mengaku dianiaya oleh Brigadir Ira yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau dan YUL. Berselang 3 hari, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, akhirnya menetapkan Brigadir Ira dan ibunya sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, penyidik bergerak cepat dalam menangani laporan dugaan penganiayaan yang dialami Riri. Apalagi, kasus itu menjadi perhatian khusus Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal.

"Sesuai arahan pak Kapolda, kami tidak akan segan untuk menindak secara tegas, sesuai aturan yang berlaku," ucap Sunarto, Minggu (25/9/2022).

Terlebih, dilanjutkannya, terduga pelaku adalah seorang oknum anggota Polri yang seharusnya memberikan perlindungan, pelayanan dan pengayoman terhadap masyarakat. Maka dari itu, Polda Riau berkomitmen untuk melindungi masyarakat, dengan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Penyidik telah melakukan serangkaian penyidikan, diawali pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk korban dan terlapor. Kemudian penyidik juga telah melakukan gelar perkara pada hari ini, dan menetapkan 2 orang terlapor yakni IDR (Ira) dan YUL sebagai tersangka," lanjut perwira menengah yang akrab disapa Narto itu.

Tak hanya dipidanakan, diterangkan Narto, Brigadir Ira juga dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran kode etik kepolisian. Ini setelah yang bersangkutan menjalani proses pemeriksaan oleh tim di Bidang Propam Polda Riau.

Bahkan, Brigadir Ira dijemput langsung oleh tim Propam dan dibawa ke Polda Riau untuk diperiksa lebih lanjut. Tim Propam juga ikut memeriksa sejumlah saksi lainnya, termasuk korban.

"Tersangka IDR telah ditahan dan ditempatkan di sel tahanan khusus oleh Propam Polda Riau," terang Kombes Sunarto.


Sementara itu, ibu Brigadir Ira, YUL, oleh Polda Riau tidak dilakukan tindakan penahanan. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah pertimbangan dari penyidik. Diantaranya, tersangka YUL dinilai kooperatif selama menjalani proses hukum. Kemudian mengenai alasan kemanusiaan. Yang mana, tersangka YUL harus merawat cucunya, yakni anak dari Brigadir Ira.

Ditambahkan Narto, saat ini tim penyidik tengah melengkapi berkas tersangka Brigadir Ira dan ibunya, sebelum dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk ditelaah lebih lanjut.

Untuk diketahui, adapun pemicu dugaan penganiayaan atau pengeroyokan yang dilakukan Brigadir Ira bersama ibunya, dikarenakan tidak terima korban berpacaran dengan sang adik.

Riri yang tidak terima dianiaya oleh Brigadir Ira dan ibunya, membuat laporan ke Polda Riau dan diterima secara resmi oleh petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, dengan nomor Laporan Polisi: LP/B/448/IX/2022/SPKT/RIAU, pada 22 September 2022.

Peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpanya, diunggah langsung oleh korban di akun Instagram pribadinya dengan nama @ririapriliaaaaa dalam bentuk video.

Sontak, unggahan korban ini pun banyak direspon oleh netizen. Bahkan, netizen meminta pengacara kondang, yakni Hotman Paris Hutapea, untuk membantu Riri dalam kasus tersebut.

Reporter :Rizano





HPN 2022 - Polres Rohil

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.