Diduga Melakukan Penganiayaan Bersama Ibunya

Jaksa Belum Terima SPDP Kasus Oknum Polwan BNN Riau

Hukum Kriminal Senin, 26 September 2022 - 12:33 WIB
Jaksa Belum Terima SPDP Kasus Oknum Polwan BNN Riau

Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Bambang Heri Purwanto

ENAMPULUH.COM, PEKANBARU -- Polda Riau telah menetapkan Brigadir Ira dan ibunya yang berinisial YUL sebagai tersangka dugaan penganiayaan. Bahkan, oknum polisi wanita (Polwan) yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau itu, telah dilakukan tindakan penahanan dan ditempatkan di sel tahanan khusus oleh Bidang Propam Polda Riau.

Terkait hal diatas, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengaku belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik di Polda Riau. Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau Bambang Heri Purwanto SH MH.

"SPDP belum ada diterima oleh oleh Bidang Pidum (Pidana Umum)," ucap Bambang, Senin (26/9/2022).

Meskipun belum menerima SPDP, dilanjutkan mantan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu, pihaknya telah mengetahui kasus tersebut dari pemberitaan yang beredar di media cetak maupun online.

"Kalau beritanya sudah tahu sekilas saja," lanjutnya.

Ditambahkannya, jika nantinya SPDP telah diterima, pihaknya akan menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Kalau kami sifatnya hanya menunggu. Kalau sudah masuk SPDP, baru ditunjuk JPU untuk mengikuti perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik di Polda Riau," tambahnya.

Untuk diketahui, Brigadir Ira bersama ibunya itu, dilaporkan oleh seorang wanita bernama Riri Aprilia (27). Laporan itu diterima Polda Riau pada Kamis (22/9/2022). Dalam laporannya, Riri mengaku dianiaya oleh Brigadir Ira dan YUL. Berselang 3 hari, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, akhirnya menetapkan Brigadir Ira dan ibunya sebagai tersangka.

Tak hanya dipidanakan, Brigadir Ira juga dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran kode etik kepolisian. Ini setelah yang bersangkutan menjalani proses pemeriksaan oleh tim di Bidang Propam Polda Riau.

Bahkan, Brigadir Ira dijemput langsung oleh tim Propam dan dibawa ke Polda Riau untuk diperiksa lebih lanjut, hingga akhirnya dilakukan tindakan penahanan dan ditempatkan di sel tahanan khusus.

Sementara itu, ibu Brigadir Ira, YUL, oleh Polda Riau tidak dilakukan tindakan penahanan. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah pertimbangan dari penyidik. Diantaranya, tersangka YUL dinilai kooperatif selama menjalani proses hukum. Kemudian mengenai alasan kemanusiaan. Yang mana, tersangka YUL harus merawat cucunya, yakni anak dari Brigadir Ira.

Adapun pemicu dugaan penganiayaan yang dilakukan Brigadir Ira bersama ibunya, dikarenakan tidak terima korban berpacaran dengan sang adik.

Riri yang tidak terima dianiaya oleh Brigadir Ira dan ibunya, membuat laporan ke Polda Riau dan diterima secara resmi oleh petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, dengan nomor Laporan Polisi: LP/B/448/IX/2022/SPKT/RIAU, pada 22 September 2022.

Peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpanya, diunggah langsung oleh korban di akun Instagram pribadinya dengan nama @ririapriliaaaaa dalam bentuk video.

Sontak, unggahan korban ini pun banyak direspon oleh netizen. Bahkan, netizen meminta pengacara kondang, yakni Hotman Paris Hutapea, untuk membantu Riri dalam kasus tersebut.

Reporter :Rizano





HPN 2022 - Polres Rohil

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.